Muhammad Sutiyadi
Lion Tambah 78 Pesawat Boeing 737-900 ER
by Administrator - Monday, June 30, 2008, 03:41 PM
 
lionair737900erJakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta nasional, Lion Air, akan memesan sedikitnya 78 pesawat Boeing 737-900 ER untuk menggenapi jumlah armadanya menjadi 200 unit pesawat. Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, saat mintai konfirmasi mengenai hal itu di sela Pemasangan Satu Simulator Pesawat B 737-900 ER di Jakarta, Senin, membenarkan. "Memang benar itu (rencana penambahan pesawat, red) dan nota kesepahamannya akan ditandatangani dengan Boeing pada saat Singapura Air Show pada 19 Pebruari 2008," katanya.

Namun, Rusdi Kirana mengatakan "soal jumlah pesawatnya berapa, saya tidak mau buka dulu. Nanti saja di Singapura Air Show," katanya.

Sementara itu, sumber ANTARA menyebutkan, total pesawat B737-900ER Lion sebelumnya sebesar 122 pesawat hingga 2013 senilai 8,5 miliar dolar AS tidak akan cukup untuk kepentingan ekspansi regional.

Karena itu, maskapai yang berancang-ancang menjadi perusahaan penerbangan layanan penuh (full service) pada pertengahan tahun ini, perlu menambah sekitar 78 pesawat lagi.

"Jadi, genap menjadi 200 pesawat B737-900 ER," kata sumber itu.

Terkait dengan hal itu, Rusdi Kirana membenarkan bahwa tren open sky atau liberalisasi penerbangan dunia sudah mengarah kepada kompetisi yang ketat sehingga diperlukan sinergi antar maskapai.

"Maskapai baru sedang tumbuh di sejumlah negara, sementara naiknya harga minyak akan menjadi masalah. Karena itu, kebutuhan pesawat baru yang lebih efisien seperti B737-900ER, bukan lagi keniscayaan," kata Rusdi Kirana.

Untuk kepentingan itu, Lion Air telah memasang satu simulator pesawat B737-900ER yang juga bisa digunakan untuk uji kompetensi pesawat lain seperti B737-800NG di kawasan Bandara Mas. Tiga simulator lain akan dipasang dalam tiga tahun mendatang. Satu simulator seharga 12 juta dolar AS.

Kawasan tersebut seluas dua ha di dekat Bandara Soekarno-Hatta yang dilengkapi dengan asrama pramugari, bengkel pesawat dan tempat pelatihan kru.

Selain itu, lanjut Rusdi Kirana, Lion Air juga akan memfokuskan untuk kepentingan domestik hanya sekitar 60 pesawat, baik B737-900ER maupun tipe lainnya, baik berbadan lebar maupun sempit.

"Selebihnya untuk kepentingan ekspansi dan membentuk perusahaan penerbangan di negara lain. Ini sebuah kebanggaan tidak hanya pada Lion Air ,tetapi Indonesia sebagai sebuah negara," katanya.

Data Departemen Perhubungan pada 2006, sebagaimana pernah disampaikan Menhub Jusman Syafii Djamal, Lion dari sisi volume penumpang yang diangkut, adalah maskapai terbesar.

Jumlah penumpang 2006 untuk penerbangan domestik saat itu, tercatat 34 juta orang, sedangkan pada 2007 diperkirakan sekitar 37-38 juta orang atau tumbuh 20 persen per tahun.

Terms of Use
Student Procedure

You are not logged in. (Login)
1.393606 secs RAM: 11.7MB Included 47 files Record cache hit/miss ratio : 0/0